Rabu, 10 September 2014

Bola Volly




Teknik Bola Voli
Service
Service ada beberapa macam:

1 Service Atas Adalah service dengan awalan melemparkan bola ke atas seperlunya. Kemudian Server melompat untuk memukul bola dengan ayunan tangan dari atas.

2 Service Bawah Adalah service dengan awalan bola berada di tangan yang tidak memukul bola. Tangan yang memukul bola bersiap dari belakang badan untuk memukul bola dengan ayunan tangan dari bawah.
3 Service Mengapung Adalah service atas dengan awalan dan cara memukul yang hampir sama. Awalan service mengapung adalah melemparkan bola ke atas namun tidak terlalu tinggi (tidak terlalu tinggi dari kepala). Tangan yang akan memukul bola bersiap di dekat bola dengan ayunan yang sangat pendek.
yang perlu diperhatikan dalam service
o    Sikap badan dan pandangan
o    Lambung keatas harus sesuai dengan kebutuhan.
o    Saat kapan harus memukul Bola.
Service dilakukan untuk mengawali suatu pertandingan voli
Passing
o   

     Passing Bawah (Pukulan/pengambilan tangan kebawah)
·         Sikap badan jongkok, lutut agak ditekuk.
·         tangan dirapatkan, satu dengan yang lain dirapatkan.
·         Gerakan tangan disesuaikan dengan keras/lemahnya kecepatan bola.
·          
o     

     Passing Keatas (Pukulan/pengambilan tangan keatas)
·         Sikap badan jongkok, lutut agak ditekuk.
·         Badan sedikit condong kemuka, siku ditekuk jari-jari terbuka membentuk lengkungan setengah bola.
·         Ibu jari dan jari saling berdekatan membentuk segitiga.
·         Penyentuhan pada semua jari-jari dan gerakannya meluruskan kedua tangan




SMASH (PENYERANGAN)
o    

      a.      Proses melakukan smash dapat dibagi menjadi beberapa macam antara lain
o    1.      Awalan
o    Berdiri dengan salah satu kaki dibelakang sesuai dengan kebiasaan individu (tergantung smasher normal atau smasher kidal). Langkahkan kaki satu langkah kedepan (pemain yang baik, dapat mengambil ancang² sebanyak 2 sampai 4 langkah), kedua lengan mulai bergerak kebelakang, berat badan berangsur² merendah untuk membantu tolakan.
o    2.      Tolakan
o    Langkahkan kaki selanjutnya, hingga kedua telapak kaki hampir sejajar dan salah satu kaki agak kedepan sedikit untuk mengerem gerak kedepan dan sebagai persiapan meloncat kearah vertical. Ayunkan kedua lengan kebelakang atas sebatas kemampuan, kaki ditekuk sehingga lutut membuat sudut ±110ยบ, badan siap untuk meloncat dengan berat badan lebih banyak bertumpu pada kaki yang didepan.
o    3.      Meloncat
o    Mulailah meloncat dengan tumit & jari kaki menghentak lantai dan mengayunkan kedua lengan kedepan atas saat kedua kaki mendorong naik keatas. Telapak kaki, pergelangan tangan, pinggul dan batang tubuh digerakkan serasi merupakan rangkaian gerak yang sempurna. Gerakan eksplosif dan loncatan vertikal.
o    4.      Memukul Bola
o    Jarak bola didepan atas sejangkauan lengan pemukul, segera lecutkan lengan kebelakang kepala dan dengan cepat lecutkan kedepan sejangkauan lengan terpanjang dan tertinggi terhadap bola. Pukul bola secepat dan setinggi mungkin, perkenaan bola dengan telapak tangan tepat diatas tengah bola bagian atas. Pergelangan tangan aktif menghentak kedepan dengan telapak tangan & jari menutup bola. Setelah perkenaan bola lengan pemukul membuat gerakan lanjutan kearah garis tengah badan dengan diikuti gerak tubuh membungkuk. Gerak lecutan lengan, telapak tangan, badan, tangan yang tidak memukul dan kaki harus harmonis dan eksplosif untuk menjaga keseimbangan saat berada diudara. Pukulan yang benar akan menghasilkan bola keras & cepat turun kelantai
o    5.      Mendarat
o    Mendarat dengan kedua kaki mengeper. Lutut lentur saat mendarat untuk meredam perkenaan kaki dengan lantai, mendarat dengan jari² kaki (telapak kaki bagian depan) dan sikap badan condong kedepan. Usahakan tempat mendarat kedua kaki hampir sama dengan tempat saat meloncat. 


(Bloking)
o    Dengan daya upaya di dekat jaring untuk mencoba menahan/menghalangi bola yang datang dari daerah lawan. Sikap memblok yang benar adalah:
o    a.Jongkok, bersiap untuk melompat.
o    b.Lompat dengan kedua tangan rapat dan lurus ke atas.

o    c.Saat mendarat hendaknya langsung menyingkir dan memberi kesempatan pada kawan satu regu untuk bergantian memblok.

TEMBANG PANGKUR

Tembang Pangkur Dan Artinya
Mingkar mingkuring angkara, Akarana karanan mardi siwi, Sinawung resmining kidung, Sinuba sinukarta, Mrih kretarta pakartining ngelmu luhung Kang tumrap neng tanah Jawa, Agama ageming aji.Menahan diri dari nafsu angkara, karena berkenan mendidik putra disertai indahnya tembang, dihias penuh variasi, agar menjiwai tujuan ilmu luhur, yang berlaku di tanah Jawa agama sebagai “pakaian”nya perbuatan.Jinejer neng Wedatama Mrih tan kemba kembenganing pambudi Mangka nadyan tuwa pikun Yen tan mikani rasa, yekti sepi asepa lir sepah, samun, Samangsane pasamuan Gonyak ganyuk nglilingsemi.Disajikan dalam serat Wedatama, agar jangan miskin pengetahuan walaupun tua pikunjika tidak memahami rasa   niscaya sepi tanpa guna
bagai ampas, percuma, pada tiap pertemuan sering bertindak ceroboh, memalukan.Nggugu karsaning priyangga, Nora nganggo peparah lamun angling, Lumuh ing ngaran balilu, Uger guru aleman, Nanging janma ingkang wus waspadeng semu Sinamun ing samudana, Sesadon ingadu manisMengikuti kemauan sendiri, Bila berkata tanpa pertimbangan, Tak mau dianggap bodoh, Asal gemar dipuji-puji. sebaliknya ciri orang yang sudah cermat akan ilmu justru selalu merendah diri, selalu berprasangka baik.Si pengung nora nglegawa, Sangsayarda deniro cacariwis, Ngandhar-andhar angendhukur, Kandhane nora kaprah, saya elok alangka longkanganipun, Si wasis waskitha ngalah, Ngalingi marang si pingging.Si dungu tidak menyadari, Bualannya semakin menjadi jadi, ngelantur bicara yang tidak-tidak, Bicaranya tidak masuk akal, makin aneh tak ada jedanya. Lain halnya, Si Pandai cermat dan mengalah, Menutupi aib si bodoh.Mangkono ngelmu kang nyata, Sanyatane mung weh reseping ati, Bungah ingaran cubluk, Sukeng tyas yen denina, Nora kaya si punggung anggung gumrunggung Ugungan sadina dina Aja mangkono wong urip.Demikianlah ilmu yang nyata, Senyatanya memberikan ketentraman hati, Gembira dibilang bodoh, Tetap gembira jika dihina Tidak seperti si dungu yang selalu sombong, Ingin dipuji setiap hari. Janganlah begitu caranya orang hidup.Urip sepisan rusak, Nora mulur nalare ting saluwir, Kadi ta guwa kang sirung, Sinerang ing maruta, Gumarenggeng anggereng Anggung gumrunggung, Pindha padhane si mudha, Prandene paksa kumaki.Hidup sekali saja berantakan, Tidak berkembang nalarnya tercabik-cabik. Umpama goa gelap menyeramkan, Dihembus angin, Suaranya gemuruh menggeram, berdengung Seperti halnya watak anak muda Sedah begitu masih berlagak congkakKikisane mung sapala, Palayune ngendelken yayah wibi, Bangkit tur bangsaning luhur, Lha iya ingkang rama, Balik sira sarawungan bae durung Mring atining tata krama, Nggon anggon agama suci.Tujuan hidupnya tak berarti, Maunya mengandalkan orang tuanya, Yang terpandang serta bangsawan Itu kan ayahmu ! Sedangkan kamu kenal saja belum, akan hakikatnya tata krama ajaran agama yang suciSocaning jiwangganira, Jer katara lamun pocapan pasthi, Lumuh asor kudu unggul, Semengah sesongaran, Yen mangkono keno ingaran katungkul, Karem ing reh kaprawiran, Nora enak iku kaki.Cerminan dari dalam jiwa raga mu, Nampak jelas walau tutur kata halus, Sifat pantang kalah maunya menang sendiri Sombong besar mulut Bila demikian itu, disebut orang yang terlena Puas diri berlagak tinggi Tidak baik itu nak !Kekerane ngelmu karang, Kekarangan saking bangsaning gaib, Iku boreh paminipun, Tan rumasuk ing jasad, Amung aneng sajabaning daging kulup, Yen kapengok pancabaya, Ubayane mbalenjani.Di dalam ilmu sihir Rekayasa dari hal-hal gaib Itu umpama bedak. Tidak meresap ke dalam jasad, Hanya ada di kulitnya saja nak Bila terbentur marabahaya, bisanya menghindari.Marma ing sabisa-bisa, Bebasane muriha tyas basuki, Puruita-a kang patut, Lan traping angganira, Ana uga angger ugering kaprabon, Abon aboning panembah, Kang kambah ing siyang ratri.

Ms. Power Point Bab 1

Diberdayakan oleh Blogger.

 

© 2013 Rahmat Adi Pradana. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top